KSATRIA | Tidak semua pekerjaan harus dikerjakan langsung oleh karyawan internal. Dalam operasional perusahaan, ada banyak fungsi yang tetap penting tetapi tidak selalu menjadi bagian dari bisnis inti. Ketika pekerjaan tersebut membutuhkan banyak tenaga, pengawasan khusus, atau proses rekrutmen yang cukup panjang, perusahaan mulai mempertimbangkan jenis-jenis pekerjaan yang bisa di-outsource melalui vendor outsourcing profesional.
Outsourcing atau alih daya kini tidak hanya identik dengan pekerjaan cleaning service atau security. Perkembangannya membuat perusahaan dapat memanfaatkan tenaga outsourcing untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan operasional, administrasi, logistik, hingga facility management. Tujuannya bukan sekadar mengurangi beban perusahaan, tetapi memastikan setiap fungsi mendapatkan tenaga kerja yang sesuai.
Bagi HRD, procurement, general affair, hingga manajemen operasional, memahami jenis pekerjaan yang bisa di-outsource membantu menentukan fungsi mana yang lebih efektif dikelola sendiri dan mana yang dapat dipercayakan kepada perusahaan outsourcing. Keputusan tersebut tentu perlu mempertimbangkan karakter pekerjaan, kebutuhan tenaga kerja, kompetensi, serta strategi perusahaan.
Apa Saja Pekerjaan yang Bisa Di-Outsource?
Pengertian pekerjaan outsourcing
Pekerjaan outsourcing merupakan pekerjaan yang pelaksanaannya menggunakan tenaga kerja melalui perusahaan penyedia jasa alih daya berdasarkan kerja sama dengan perusahaan pengguna.
Dalam praktiknya, perusahaan pengguna menyampaikan kebutuhan tenaga kerja dan standar pekerjaan kepada vendor. Selanjutnya, vendor membantu proses penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja sesuai ruang lingkup layanan yang telah disepakati.
Model seperti ini banyak digunakan untuk fungsi operasional dan pendukung bisnis. Perusahaan dapat tetap mengendalikan standar pekerjaan, sementara proses pengelolaan manpower dilakukan bersama vendor.
Mengapa perusahaan menggunakan tenaga outsourcing?
Setiap perusahaan memiliki alasan berbeda. Ada yang membutuhkan tambahan manpower dalam jumlah besar, ingin mempercepat proses rekrutmen, membutuhkan tenaga dengan kompetensi tertentu, atau ingin membuat pengelolaan fungsi pendukung menjadi lebih efisien.
Misalnya, perusahaan manufaktur membutuhkan puluhan operator dan helper, gedung perkantoran membutuhkan security dan cleaning service, sedangkan perusahaan logistik membutuhkan driver dan tenaga gudang.
Dalam situasi tersebut, vendor outsourcing dapat membantu perusahaan memenuhi kebutuhan manpower tanpa membuat seluruh proses rekrutmen dan pengelolaan menjadi tanggung jawab HR internal.
Jenis-Jenis Pekerjaan yang Bisa di-Outsource
- Security atau Satpam
Security merupakan salah satu jenis pekerjaan outsourcing yang paling banyak digunakan perusahaan. Fungsi ini penting untuk menjaga keamanan aset, lingkungan kerja, karyawan, pengunjung, maupun aktivitas operasional.
Tenaga security dapat ditempatkan di gedung perkantoran, kawasan industri, pabrik, rumah sakit, pusat perbelanjaan, pergudangan, perumahan, hingga fasilitas lainnya.
Kebutuhan security juga tidak sekadar berkaitan dengan jumlah personel. Perusahaan perlu mempertimbangkan sistem shift, titik penjagaan, prosedur keamanan, kemampuan komunikasi, kedisiplinan, serta standar pelayanan.
Karena itu, penggunaan vendor security yang mempunyai sistem rekrutmen dan pengawasan terstruktur dapat membantu perusahaan mendapatkan tenaga sesuai kebutuhan.
- Cleaning Service
Kebersihan merupakan bagian penting dari kenyamanan dan citra sebuah perusahaan. Namun, pengelolaan cleaning service membutuhkan manpower, jadwal kerja, pembagian area, pengawasan, serta ketersediaan peralatan dan perlengkapan.
Karena itulah cleaning service sering dialihdayakan kepada vendor profesional.
Tenaga cleaning service dapat ditempatkan di kantor, gedung, pabrik, rumah sakit, fasilitas publik, kawasan industri, hingga area komersial.
Vendor dapat membantu mengatur kebutuhan personel berdasarkan luas area, karakter lingkungan, jam operasional, serta standar kebersihan yang ditetapkan perusahaan.
- Driver
Perusahaan yang mempunyai kendaraan operasional sering membutuhkan driver untuk berbagai aktivitas. Mulai dari kendaraan direksi, kendaraan operasional, distribusi barang, hingga transportasi karyawan.
Menggunakan tenaga driver outsourcing dapat menjadi alternatif ketika perusahaan membutuhkan pengelolaan manpower yang lebih fleksibel.
Selain kemampuan mengemudi, driver profesional perlu memiliki kedisiplinan, pemahaman keselamatan berkendara, kemampuan merawat kendaraan, serta etika pelayanan.
Karena itu, proses seleksi driver sebaiknya tidak hanya melihat kepemilikan SIM, tetapi juga pengalaman dan kesesuaian dengan kebutuhan perusahaan.
- Office Boy dan Office Support
Office boy atau tenaga office support membantu berbagai aktivitas pendukung di lingkungan kantor. Pekerjaannya dapat mencakup membantu kebutuhan operasional kantor, menyiapkan ruang kerja, mendukung aktivitas meeting, hingga pekerjaan pendukung lainnya.
Walaupun terlihat sederhana, fungsi ini membantu menjaga aktivitas kantor berjalan lebih tertib.
Untuk perusahaan yang ingin memusatkan perhatian pada bisnis inti, tenaga office support dapat dikelola melalui vendor outsourcing.
- Receptionist
Receptionist merupakan salah satu posisi yang berhubungan langsung dengan pengunjung, tamu, maupun pihak eksternal perusahaan.
Karena itu, tenaga receptionist tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif. Mereka juga membutuhkan kemampuan komunikasi, pelayanan, penampilan profesional, dan pemahaman mengenai prosedur perusahaan.
Penggunaan receptionist outsourcing dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga frontliner dengan standar layanan tertentu.
- Operator Produksi
Perusahaan manufaktur sering menghadapi kebutuhan tenaga kerja yang berubah mengikuti kapasitas produksi.
Operator produksi menjadi salah satu posisi yang dapat membutuhkan manpower dalam jumlah cukup besar. Rekrutmen internal dalam skala besar terkadang membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan dapat bekerja sama dengan vendor outsourcing untuk memenuhi kebutuhan tenaga operator sesuai kualifikasi dan standar pekerjaan.
Namun, kebutuhan operator produksi harus disertai penjelasan mengenai jenis pekerjaan, sistem shift, lingkungan kerja, keterampilan yang diperlukan, serta standar keselamatan kerja.
- Helper Gudang dan Logistik
Aktivitas gudang membutuhkan tenaga untuk mendukung proses penerimaan, penyimpanan, pemindahan, pengemasan, hingga persiapan barang.
Helper gudang menjadi salah satu posisi yang dapat menggunakan tenaga outsourcing, terutama ketika perusahaan mengalami peningkatan volume pekerjaan.
Model ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan manpower tanpa harus membangun proses rekrutmen besar setiap kali aktivitas logistik meningkat.
- Admin dan Tenaga Pendukung Administrasi
Tidak semua kebutuhan administrasi harus ditangani oleh karyawan inti perusahaan.
Beberapa fungsi administratif yang bersifat pendukung dapat menggunakan tenaga outsourcing sesuai kebutuhan perusahaan. Contohnya input data, pengarsipan, administrasi operasional, atau pekerjaan administratif tertentu.
Namun, perusahaan tetap perlu menentukan akses data, tanggung jawab, standar keamanan informasi, dan ruang lingkup pekerjaan secara jelas.
- Teknisi
Gedung, pabrik, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan fasilitas lainnya membutuhkan pemeliharaan berbagai sistem dan peralatan.
Karena membutuhkan keterampilan teknis, perusahaan dapat menggunakan tenaga teknisi melalui vendor yang memiliki kemampuan menyediakan manpower sesuai spesifikasi.
Kualifikasi teknisi harus disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya electrical, mechanical, HVAC, plumbing, atau bidang teknis lainnya.
- Facility Management
Facility management mencakup pengelolaan berbagai fasilitas dan layanan pendukung agar lingkungan kerja dapat berfungsi dengan baik.
Dalam praktiknya, facility management dapat melibatkan beberapa fungsi sekaligus, seperti cleaning service, maintenance, security, pengelolaan fasilitas, hingga layanan pendukung lainnya.
Menggunakan vendor facility management dapat membantu perusahaan mengintegrasikan berbagai fungsi tersebut sehingga pengelolaannya lebih terkoordinasi.
Bagaimana Menentukan Pekerjaan yang Tepat untuk Di-Outsource?
- Identifikasi pekerjaan inti dan pendukung
Langkah pertama adalah membedakan aktivitas yang menjadi inti bisnis dengan fungsi pendukung.
Pekerjaan inti biasanya berhubungan langsung dengan keunggulan kompetitif perusahaan. Sementara itu, beberapa fungsi pendukung dapat dipertimbangkan untuk dialihdayakan apabila sesuai dengan strategi perusahaan.
- Hitung kebutuhan manpower
Perusahaan perlu melihat jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, pola shift, jam operasional, lokasi kerja, serta kemungkinan perubahan kebutuhan.
Informasi tersebut membantu vendor memberikan solusi yang lebih tepat.
- Tentukan standar pekerjaan
Jangan hanya menentukan jumlah tenaga kerja. Tetapkan pula kualifikasi, tanggung jawab, target layanan, standar pelayanan, serta indikator performa.
Dengan standar yang jelas, perusahaan dan vendor memiliki acuan yang sama dalam mengevaluasi hasil pekerjaan.
- Pilih vendor outsourcing secara selektif
Vendor outsourcing bukan sekadar pemasok tenaga kerja. Vendor akan menjadi partner yang ikut memengaruhi kelancaran operasional perusahaan.
Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan pengalaman, legalitas, sistem rekrutmen, kemampuan menyediakan manpower, sistem supervisi, serta kualitas layanan vendor.
Manfaat Menggunakan Tenaga Outsourcing
- Membantu mempercepat pemenuhan manpower
Ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah tertentu, vendor dapat membantu proses pencarian dan seleksi kandidat sesuai kebutuhan.
- Mengurangi beban administratif HR
Sebagian proses pengelolaan tenaga kerja dapat ditangani vendor sesuai ruang lingkup kerja sama sehingga HR dapat lebih fokus pada fungsi strategis.
- Memberikan fleksibilitas operasional
Kebutuhan manpower dapat berubah mengikuti kondisi bisnis. Outsourcing memberikan alternatif bagi perusahaan untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan perencanaan operasional dan kesepakatan kerja sama.
- Mendukung fokus pada bisnis utama
Dengan menyerahkan fungsi pendukung tertentu kepada vendor profesional, perusahaan dapat mengalokasikan lebih banyak perhatian pada aktivitas yang secara langsung berkaitan dengan bisnis utama.
BSP Alih Daya untuk Kebutuhan Tenaga Kerja Perusahaan
Memahami jenis-jenis pekerjaan yang bisa di-outsource membantu perusahaan melihat bahwa outsourcing bukan hanya tentang menyediakan tenaga kerja. Yang lebih penting adalah bagaimana tenaga tersebut dikelola sehingga mampu mendukung kelancaran operasional.
BSP Alih Daya menyediakan berbagai layanan tenaga outsourcing untuk kebutuhan perusahaan, antara lain security atau satpam, cleaning service, driver, office boy, receptionist, operator produksi, helper gudang, admin, teknisi, facility management, serta layanan rekrutmen dan pengelolaan SDM.
Setiap perusahaan tentu mempunyai kebutuhan yang berbeda. Karena itu, sebelum menentukan fungsi yang akan dialihdayakan, perusahaan sebaiknya melakukan pemetaan kebutuhan manpower terlebih dahulu.
Jika perusahaan membutuhkan konsultasi mengenai kebutuhan tenaga outsourcing, proposal kerja sama, atau survei lokasi, BSP Alih Daya dapat membantu mendiskusikan kebutuhan tersebut secara lebih spesifik.
Hubungi BSP Alih Daya di 0804-1-277-277 atau email marketing@bspguard.com. Kantor pusat BSP Alih Daya berada di Graha BSP, Jl. Dewi Sartika No. 4A, Cililitan, Jakarta Timur, 13640.
FAQ Jenis Pekerjaan Outsourcing
- Apa saja pekerjaan yang bisa di-outsource?
Beberapa pekerjaan yang umum dialihdayakan adalah security, cleaning service, driver, office boy, receptionist, operator produksi, helper gudang, admin, teknisi, dan facility management.
- Apakah pekerjaan administrasi bisa menggunakan tenaga outsourcing?
Bisa, terutama untuk fungsi administratif pendukung yang ruang lingkup dan tanggung jawabnya dapat ditentukan dengan jelas.
- Apakah operator produksi bisa menggunakan tenaga outsourcing?
Bisa. Perusahaan manufaktur dapat mempertimbangkan tenaga operator produksi outsourcing sesuai kebutuhan manpower, kualifikasi, sistem kerja, dan standar operasional yang ditetapkan.
- Mengapa perusahaan menggunakan tenaga outsourcing?
Alasannya dapat berbeda-beda, mulai dari kebutuhan manpower dalam jumlah besar, efisiensi proses rekrutmen, fleksibilitas operasional, hingga keinginan perusahaan untuk lebih fokus pada bisnis inti.
- Bagaimana memilih vendor outsourcing?
Perusahaan sebaiknya mengevaluasi legalitas, pengalaman, sistem rekrutmen, kualitas tenaga kerja, sistem pengawasan, kemampuan memenuhi kebutuhan manpower, serta kejelasan kerja sama.
- Apakah semua pekerjaan dapat di-outsource?
Tidak otomatis semua pekerjaan tepat untuk dialihdayakan. Perusahaan perlu melihat karakter pekerjaan, kebutuhan bisnis, ketentuan yang berlaku, tingkat kerahasiaan, serta kemampuan vendor sebelum menentukan fungsi yang akan menggunakan outsourcing.





